Abang Ijo Hapidin Gaungkan Gerakan Pemuda Produktif, Kerukunan Lintas Agama Diperkuat Lewat Aksi Nyata



PURWAKARTA|MEDIAMANDALIKA.NET – Semangat persaudaraan, kerukunan antarumat beragama, dan kolaborasi lintas komunitas menjadi warna utama dalam pertemuan Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat periode 2025–2028, Alfian Syukur, bersama Ketua KKMK Karawang dan Orang Muda Katolik (OMK) Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta di Kabupaten Purwakarta.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut digelar pukul 19.00–23.00 WIB di Clavia, kawasan depan pintu masuk Stasiun Purwakarta, Nagri Tengah, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Turut hadir Ketua Seksi Kerasulan Awam Purwakarta, Yohanes Renyaan; David selaku Ketua Seksi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAAK) Gereja Katolik Santa Maria Kota Bukit Indah Purwakarta; Joes Yohanes Baptis selaku Wakil Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta; serta Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga ruang dialog untuk memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan, komunitas Gereja, tokoh masyarakat, FKUB, dan pemerintah daerah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghargai.

Kerukunan Tumbuh dari Perjumpaan dan Kerja Bersama

Di tengah keberagaman masyarakat, kerukunan tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan. Kerukunan perlu dibangun melalui perjumpaan, komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, dan kesediaan bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat.

Kehadiran Alfian Syukur bersama jajaran pemuda Katolik di Purwakarta menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus membicarakan peran strategis generasi muda dalam merawat kebinekaan. Sebagai Wakil Sekretaris FKUB Kabupaten Purwakarta, Joes Yohanes Baptis turut mengambil bagian dalam pertemuan tersebut. Kehadirannya memperkuat ruang komunikasi antara gerakan kepemudaan dan upaya menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dialog lintas komunitas seperti ini penting untuk membangun kepercayaan, mengurangi prasangka, serta memperluas kerja sama dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Perbedaan latar belakang agama maupun organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama menghadirkan kebaikan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika setiap pihak bersedia saling mendengarkan, menghargai, dan memberikan kontribusi sesuai perannya.
Abang Ijo: Ciptakan Manfaat bagi Masyarakat
Salah satu pesan menarik dalam pertemuan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin. Ia mengajak generasi muda untuk terus bergerak, berinisiatif, dan menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Gagasan yang mengemuka adalah gerakan produktif melalui pemanfaatan lahan kosong untuk menanam sayuran, seperti kangkung, sawi, dan bayam. Tanaman dirawat bersama hingga menghasilkan panen yang kemudian dapat dibagikan kepada masyarakat.
Pesan ini mengajak kaum muda untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang, memanfaatkan potensi lingkungan, dan membangun kegiatan produktif yang bermanfaat bagi sesama.
Lahan kosong yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi kebun pangan sederhana. Kegiatan menanam, menyiram, merawat, dan memanen bersama bukan hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga menumbuhkan gotong royong, kemandirian, kepedulian sosial, serta kesadaran menjaga lingkungan.
Semangatnya sederhana: tanam, rawat, panen, dan bagikan manfaatnya kepada masyarakat.

Gagasan ini juga relevan bagi gerakan Pemuda Katolik dan OMK. Pelayanan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar atau program dengan anggaran yang tinggi. Dengan kreativitas, kerja sama, dan konsistensi, kegiatan sederhana dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.
Kebun pangan bersama, pembagian hasil panen kepada keluarga yang membutuhkan, gerakan kebersihan lingkungan, dan kegiatan sosial lintas iman dapat menjadi contoh nyata bagaimana pemuda menghadirkan manfaat sekaligus mempererat persaudaraan.
Yohanes Renyaan Sambut Positif Kehadiran Pemuda Katolik
Ketua Seksi Kerasulan Awam Purwakarta, Yohanes Renyaan, menyambut positif kehadiran Alfian Syukur bersama rombongan pemuda Katolik.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi, bertukar gagasan, dan membangun sinergi dalam pelayanan Gereja serta kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran organisasi kepemudaan yang bersedia berdialog dengan berbagai unsur masyarakat merupakan modal penting untuk mengembangkan gerakan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Harapannya, perjumpaan ini tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program kolaboratif yang menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga hubungan baik antarumat beragama.
Clavia, Ruang Perjumpaan yang Mempererat Persaudaraan
Pertemuan berlangsung di Clavia, bangunan di kawasan Stasiun Purwakarta yang dikenal memiliki karakter arsitektur Indis, yaitu perpaduan unsur Eropa dan tropis Hindia Belanda.

Dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, para peserta berdialog selama kurang lebih empat jam. Waktu tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan, menyampaikan gagasan, dan menjajaki peluang kolaborasi.
Perjumpaan ini menunjukkan bahwa upaya merawat kerukunan dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana, melalui percakapan yang tulus dan kemauan untuk memahami satu sama lain.
Dari komunikasi yang baik, tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan, terbuka kesempatan untuk bekerja bersama. Dan dari kerja bersama, lahir manfaat yang dapat dirasakan masyarakat luas.

Pemuda Katolik dan OMK, Mitra Strategis Merawat Kebinekaan
Pemuda Katolik bersama Orang Muda Katolik memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Semangat iman dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, penghormatan terhadap perbedaan, keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan, serta komitmen menjaga persatuan Indonesia.
Sinergi dengan FKUB, pemerintah daerah, tokoh agama, dan komunitas masyarakat dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat budaya dialog di tengah keberagaman.

Kerukunan bukan berarti menghilangkan perbedaan. Kerukunan berarti mampu hidup berdampingan, saling menghormati keyakinan masing-masing, dan bekerja bersama untuk kebaikan bersama.

Pertemuan di Purwakarta ini menjadi pengingat bahwa pemuda bukan sekadar penerus masa depan, tetapi juga pelaku perubahan pada masa kini.

Dari Purwakarta, Tanam Kebaikan dan Rawat Persaudaraan
Pertemuan Alfian Syukur, jajaran pemuda Katolik, unsur Gereja, FKUB, dan Wakil Bupati Purwakarta menghadirkan pesan yang kuat: kerukunan harus dirawat melalui tindakan nyata, sedangkan sinergi harus diwujudkan dalam karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi ciptakan manfaat. Jangan hanya berbicara tentang toleransi, tetapi tunjukkan melalui sikap dan tindakan. Jangan membiarkan lahan kosong tanpa manfaat, tetapi jadikan sebagai ruang produktif yang menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Dari sebidang tanah, benih kecil dapat tumbuh menjadi sumber pangan. Dari perjumpaan sederhana, kepercayaan dapat berkembang menjadi persaudaraan. Dan dari sekelompok pemuda yang mau bergerak bersama, lahir gerakan yang menginspirasi masyarakat.

Dengan semangat kekeluargaan dan kolaborasi, Pemuda Katolik, OMK, FKUB, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berjalan bersama dalam merawat kebinekaan dan membangun Purwakarta yang harmonis, inklusif, mandiri, dan sejahtera.

Salam Pemuda Katolik! Bergerak, Berdampak, dan Melayani untuk Indonesia. Joes Baptista Wakil Sekretaris FKUB Kabupaten Purwakarta