SK tersebut secara resmi diterima Ketua FPSTI Kabupaten Bekasi, Kain Sadewa atau yang akrab disapa Ki Ba’ong Sadewa. Surat keputusan bernomor 001/SK/FPSTI-JBR/1/2026 tersebut dikeluarkan oleh Ketua FPSTI DPD Jawa Barat, H. Arma.
Penyerahan SK ini menjadi momentum penting bagi FPSTI Kabupaten Bekasi dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus memulai langkah strategis untuk mengembangkan olahraga seni bela diri tradisional di Kabupaten Bekasi.
Ki Ba’ong Sadewa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama jajaran pengurus FPSTI Kabupaten Bekasi.
“Terima kasih kepada Bapak H. Arma selaku Ketua DPD Jawa Barat dan seluruh jajaran FPSTI Pusat atas kepercayaannya. Ini merupakan amanah besar yang kami terima dengan penuh tanggung jawab,” ujar Ki Ba’ong Sadewa.
Ia menegaskan, kepengurusan baru FPSTI Kabupaten Bekasi berkomitmen membawa organisasi tersebut semakin maju, sekaligus mencetak generasi muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, olahraga seni bela diri tradisional bukan hanya menjadi wadah untuk meraih prestasi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami berharap olahraga seni bela diri semakin berkembang, tidak hanya di Kabupaten Bekasi, tetapi juga di seluruh Indonesia,” harapnya.
Ki Ba’ong Sadewa juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem olahraga seni bela diri yang sehat, berbudaya dan berkelanjutan.
“Kami ingin melanjutkan dan meningkatkan capaian yang sudah ada. Semoga dukungan terhadap para penjaga, pelestari dan pelaku seni bela diri semakin kuat sehingga seni bela diri tradisional semakin dikenal dan diminati masyarakat,” tegasnya.
Usai menerima SK, FPSTI Kabupaten Bekasi akan segera melakukan konsolidasi internal dan menyusun sejumlah program kerja strategis. Salah satu fokus utama adalah pembinaan serta pelatihan bagi anak usia dini dan remaja.
Selain pembinaan atlet muda, program kerja juga diarahkan untuk mempersiapkan para pesilat dalam menghadapi berbagai agenda penampilan maupun kejuaraan yang akan datang.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026–2030, FPSTI Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan prestasi sekaligus pelestarian seni bela diri tradisional, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Bekasi.
(wamdu)
