KARAWANG |MEDIAMANDALIKA.NET— Perkembangan teknologi digital turut membuka ruang baru bagi pelestarian kesenian tradisional. Salah satunya dilakukan Nalendra Dede Candra S, dalang dari Lingkung Seni Giri Surya yang membawa pertunjukan wayang golek ke ruang digital melalui konten dan siaran langsung di media sosial.
Nalendra merupakan murid pertama dari dalang Dede Candra Sunarya, yang berasal dari Lingkung Seni Putu Pusaka Giri Harja. Kiprahnya dalam mengembangkan seni pedalangan kemudian tidak hanya dilakukan melalui panggung pertunjukan, tetapi juga dengan memanfaatkan perkembangan media sosial.
Sejak sekitar 2016, Nalendra mulai dikenal melalui aktivitasnya di platform digital, termasuk Bigo dan kemudian TikTok. Salah satu konsep yang menjadi perhatian adalah “Cepot Rock n Roll”, sebuah pendekatan yang memadukan karakter wayang golek dengan kemasan yang lebih dekat dengan perkembangan budaya populer.
Pemanfaatan platform digital tersebut menjadi salah satu cara Nalendra memperluas jangkauan pertunjukan wayang golek. Jika sebelumnya pertunjukan lebih banyak disaksikan secara langsung di lokasi pagelaran, melalui live streaming masyarakat dapat menyaksikannya dari berbagai tempat.
Kehadiran Nalendra di ruang digital juga menjadi bagian dari perkembangan baru dalam dunia seni pedalangan. Konten dan live streaming memberikan alternatif bagi para dalang untuk memperkenalkan wayang golek kepada penonton yang lebih luas, khususnya generasi muda yang sehari-hari dekat dengan media sosial.
Seiring berkembangnya penggunaan media sosial sebagai sarana pertunjukan, sejumlah dalang kemudian turut memanfaatkan platform digital untuk membuat konten, melakukan live streaming, sekaligus memperkenalkan kembali kesenian wayang golek kepada masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pelestarian kesenian tradisional dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Wayang golek tidak hanya dipertahankan melalui panggung konvensional, tetapi juga dapat dikembangkan melalui ruang digital dengan tetap membawa unsur budaya dan seni pedalangan Sunda.
Bagi Nalendra, kehadiran media sosial menjadi salah satu ruang untuk menjaga agar wayang golek tetap memiliki penonton di tengah perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat.
Melalui kreativitas, konten digital, dan pertunjukan secara langsung melalui platform media sosial, seni wayang golek terus mendapatkan ruang untuk berkembang dan menjangkau generasi baru.
(wamdu)
