BUPATI AEP INGIN TUPAREV BERKELAS MALIOBORO, PADUKAN INFRASTRUKTUR, HERITAGE, DAN EKONOMI RAKYAT


Karawang Rehabilitasi Jalan Tuparev Dibiayai APBD 2026, Bupati Instruksikan Pemadatan Berlapis dan Larangan Kendaraan Berat demi Menjaga Kualitas Jalan Jalan Tuparev Dibiayai APBD 2026, Bupati Instruksikan Pemadatan Berlapis dan Larangan Kendaraan Berat demi Menjaga Kualitas Jalan

KARAWANG — Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk memperbaiki kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat identitas kawasan perkotaan. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah merehabilitasi Jalan Tuparev dengan tetap mempertahankan penggunaan paving block.

Rehabilitasi Jalan Tuparev direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan ditargetkan dimulai pada tahun ini sebagai bagian dari program pembenahan jalan dan fasilitas publik di sejumlah kawasan strategis.

Bupati Aep menjelaskan bahwa penggunaan paving block dipertahankan karena telah menjadi ciri khas kawasan Jalan Tuparev. Namun, proses pemasangannya akan diperkuat melalui pemadatan berlapis agar permukaan jalan lebih kokoh, rata, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Kami akan mempertahankan penggunaan paving block ini. Ke depan, proses pemadatan akan dilakukan beberapa kali agar strukturnya benar-benar kuat dan kokoh,” ujar Bupati Aep di Plaza Pemda Karawang, Senin (7/9/2026).

Menurut Aep, paving block mempunyai keunggulan dari sisi pemeliharaan. Apabila terjadi kerusakan pada titik tertentu, perbaikan dapat dilakukan secara lokal tanpa harus membongkar seluruh badan jalan maupun melakukan pengecoran ulang secara menyeluruh.

“Apabila ada bagian yang rusak, petugas cukup merapikan atau mengganti bagian tersebut. Perawatannya lebih mudah dan tidak harus membongkar seluruh jalan,” jelasnya.

Tuparev Diproyeksikan Menjadi Ikon Kota Heritage

Keputusan mempertahankan paving block tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan teknis. Bupati Aep ingin Jalan Tuparev mempunyai karakter kuat sebagai bagian dari kawasan perkotaan yang merepresentasikan sejarah, budaya, dan identitas Karawang.

“Kenapa tetap menggunakan paving block? Karena Kota Karawang harus memiliki ikon dan karakter sebagai kota heritage. Kita ingin kawasan ini tetap mempunyai ciri khas,” tegasnya.

Jalan Tuparev merupakan salah satu pusat perdagangan dan keramaian yang mempunyai posisi strategis di jantung Kota Karawang. Dengan penataan yang terencana, kawasan ini berpeluang dikembangkan menjadi ruang publik yang nyaman, tertib, hidup, dan mempunyai daya tarik wisata perkotaan.

Visi tersebut sejalan dengan rencana penataan koridor Jalan Tuparev hingga Alun-alun Karawang sebagai kawasan kota tua yang mengangkat unsur sejarah, budaya, dan estetika daerah. Rencana penataan kawasan tersebut sebelumnya juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Subang Post

Jika dilengkapi dengan trotoar yang nyaman, pohon peneduh, penerangan artistik, penataan pedagang kaki lima, ruang pertunjukan seniman lokal, kantong parkir, serta transportasi yang tertib, Jalan Tuparev berpotensi tumbuh menjadi kawasan pedestrian dan pusat keramaian malam khas Karawang.

Konsep tersebut tidak harus meniru Malioboro Yogyakarta sepenuhnya. Karawang dapat membangun identitasnya sendiri dengan mengangkat sejarah perjuangan, kebudayaan Sunda, kesenian lokal, kuliner, produk UMKM, dan kehidupan masyarakat perkotaan.

Kendaraan Berat Akan Dibatasi

Untuk menjaga ketahanan jalan setelah rehabilitasi, Bupati Aep telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang agar memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat, terutama truk kontainer yang memasuki Jalan Tuparev.

Pembatasan kendaraan bertonase besar dinilai penting agar struktur jalan yang telah diperbaiki tidak cepat mengalami penurunan, pergeseran, ataupun kerusakan akibat beban kendaraan yang berlebihan.

Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan ketika rehabilitasi selesai. Pemkab Karawang juga perlu menyiapkan rambu larangan, rekayasa lalu lintas, jalur alternatif kendaraan berat, serta penindakan yang konsisten terhadap setiap pelanggaran.

Bagian dari Pembenahan Infrastruktur secara Masif

Bupati Aep menegaskan bahwa rehabilitasi Jalan Tuparev merupakan bagian dari program pembenahan infrastruktur yang dilaksanakan secara masif oleh Pemkab Karawang.

Perbaikan jalan dilakukan di sejumlah wilayah strategis, termasuk Karawang Timur, Karawang Barat, Telukjambe, dan kawasan Jalan Tuparev. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik, mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Pemkab Karawang menyadari bahwa pelaksanaan pekerjaan berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan ketidaknyamanan sementara. Karena itu, Bupati Aep menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta pengertian serta dukungan masyarakat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pembangunan, khususnya berkaitan dengan kemacetan lalu lintas. Pekerjaan ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan kondisi jalan dan fasilitas publik yang lebih baik di Karawang,” pungkasnya.

Rehabilitasi Jalan Tuparev diharapkan tidak berhenti pada perbaikan permukaan jalan. Penataan harus dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan berkelanjutan agar kawasan tersebut benar-benar berkembang menjadi ikon heritage, pusat ekonomi rakyat, ruang budaya, dan pedestrian kebanggaan masyarakat Karawang. 

( Redaksi Mediamandalika. net)