Berawal dari Iseng Membeli Wayang di Lembur Pakuan, Kharisma Marantika Suhana Mulai Jatuh Hati pada Budaya Wayang


KARAWANG | MEDIA MANDALIKA.NET – Kecintaan terhadap budaya tradisional ternyata bisa tumbuh dari sebuah hal sederhana. Hal itu dialami Kharisma Marantika Suhana, seorang anak berusia 12 tahun asal Kabupaten Karawang yang kini duduk di kelas 6 SDIT Lampu Iman.

Ketertarikan Kharisma terhadap dunia wayang bermula ketika dirinya secara tidak sengaja membeli wayang saat berkunjung ke Lembur Pakuan, tempat yang dikenal sebagai kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Awalnya, Kharisma mengaku hanya iseng membeli wayang. Namun, dari sebuah pembelian sederhana tersebut, tumbuh rasa penasaran dan ketertarikan yang semakin besar terhadap wayang serta kebudayaan tradisional.

Bagi Kharisma, wayang bukan sekadar benda atau mainan tradisional. Seiring berjalannya waktu, ia mulai melihat wayang sebagai bagian dari kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah, cerita, filosofi, dan pesan kehidupan.

Di tengah perkembangan teknologi dan semakin banyaknya hiburan modern yang digemari anak-anak seusianya, ketertarikan Kharisma terhadap wayang menjadi hal yang menarik. Kecintaannya menunjukkan bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda apabila diperkenalkan dengan cara yang dekat dan menyenangkan.

Kharisma berharap ketertarikannya terhadap wayang dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak seusianya.

Kisah Kharisma juga menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa saja berawal dari rasa penasaran, sebuah kunjungan, bahkan dari keisengan membeli sebuah wayang.

Dari situlah, kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh dan menjadi langkah kecil untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap dikenal oleh generasi mendatang


(wamdu)