Unsika Berangkatkan 1.250 Mahasiswa KKN di Karawang, Purwakarta, dan Bekasi


Mahasiswa KKN akan disebar dalam 99 desa di 3 kabupaten yakni Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Bekasi. Tahun ini, Unsika mengusung tema "KKN Berdampak, Transformasi Inovasi Hijau dan Transformasi Digital Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan".

KARAWANG – Sebanyak 1.250 mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 selama 35 hari. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut akan berlangsung di 99 desa yang tersebar di 13 kecamatan pada tiga wilayah, yakni Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bekasi.

Pada pelaksanaan KKN tahun ini, Unsika mengangkat tema "KKN Berdampak: Transformasi Inovasi Hijau dan Transformasi Digital Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan." Tema tersebut menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan desa yang lebih modern, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan pengembangan potensi lokal.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsika, Dayat Hidayat, menjelaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik yang harus dipenuhi mahasiswa, melainkan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat dengan membawa berbagai gagasan, inovasi, serta solusi terhadap persoalan yang dihadapi desa. Kehadiran mahasiswa juga menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan potensi yang dimiliki setiap desa.

> "KKN adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Mahasiswa datang tidak hanya menjalankan program, tetapi juga belajar bersama masyarakat sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di desa," ujar Dayat, Jumat (26/6/2026).

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Unsika menugaskan 99 dosen pembimbing lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa di setiap desa lokasi KKN. Para DPL memiliki peran penting dalam mengarahkan, memonitor, serta mengevaluasi pelaksanaan program kerja agar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan pembangunan desa.

Dayat menjelaskan, fokus utama KKN tahun ini terbagi ke dalam dua bidang strategis. Pertama, transformasi inovasi hijau, yang diarahkan pada upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah, penghijauan, edukasi lingkungan, pengembangan energi ramah lingkungan, serta berbagai program pembangunan berkelanjutan yang dapat diterapkan masyarakat.

Sementara itu, transformasi digital diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan desa melalui digitalisasi administrasi, pengembangan sistem informasi desa, pemasaran digital bagi pelaku UMKM, peningkatan literasi digital masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung aktivitas ekonomi desa.

Selain menjalankan berbagai program tersebut, mahasiswa juga akan melakukan pemetaan potensi desa agar setiap program yang dirancang memiliki kesinambungan dan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Dayat menegaskan bahwa ukuran keberhasilan KKN bukan ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

> "Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat setelah program selesai. Jika masyarakat merasakan dampak positif dan mampu melanjutkan program yang telah dirintis mahasiswa, maka KKN tersebut dapat dikatakan berhasil," tegasnya.

Melalui pelaksanaan KKN tahun akademik 2025/2026 ini, Unsika berharap lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat kemandirian desa, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

( Edward Jumantara)