Karawang - Rencana perpanjangan Kereta Rel Listrik (KRL) hingga Kabupaten Karawang kini menunjukkan perkembangan signifikan dan tidak lagi sekadar wacana. Proyek strategis tersebut telah memasuki tahap review Detail Engineering Design (DED), yang menjadi salah satu fase penting dalam proses pembangunan.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa percepatan proyek terus berjalan dan ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun ini.
“Insya Allah di tahun ini akan mulai, diawali dengan pembangunan pembangkit listriknya. Ini sangat positif, saya pikir percepatannya cukup baik dan targetnya nanti 2028,” ujar Aep, Kamis (9/4/2026) di Bale Indung Nyi Pager Asih.
Dalam rencana tersebut, Karawang akan menjadi titik pemberhentian KRL, sementara Stasiun Cikampek dirancang sebagai depo akhir sekaligus pusat perawatan armada. Selain itu, penataan kawasan stasiun juga akan dilakukan dengan membuka akses dari dua sisi, yakni depan dan belakang, guna meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat.
“Penataannya nanti dibuka akses dari depan dan belakang,” tambahnya.
Lebih dari sekadar proyek transportasi, kehadiran KRL juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah Karawang. Pemerintah Kabupaten Karawang bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang di sekitar kawasan stasiun.
Salah satu titik yang disiapkan adalah Pasar Plaza, yang kini telah kembali dalam pengelolaan pemerintah daerah dan akan dioptimalkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Program perpanjangan KRL ini juga menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Karawang 2027, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur serta konektivitas yang merata dan terintegrasi.
Dengan terealisasinya proyek ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi yang lebih cepat, terjangkau, dan efisien. Kehadiran KRL ke Karawang diyakini tidak hanya memangkas jarak tempuh, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.(red)
