1.799 Jemaah Siap Berangkat, 19 Calhaj Karawang Tertunda ke Tanah Suci

 

Karawang - Sebanyak 19 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Karawang yang telah mendapatkan kuota tahun 2026 dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci. Pembatalan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan hingga meninggal dunia.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak, menyampaikan bahwa total calon jemaah haji asal Karawang yang semula dijadwalkan berangkat sebanyak 1.818 orang.

“Sebanyak 19 orang batal berangkat karena alasan sakit dan ada juga yang meninggal dunia. Jadi, yang dipastikan berangkat sebanyak 1.799 jemaah,” ujar Rojak, Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan, seluruh jemaah yang akan berangkat telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji sesuai ketentuan pemerintah dan saat ini tengah mempersiapkan diri menjelang keberangkatan.

Rojak juga menyebutkan, calon jemaah haji asal Karawang telah dibagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter). Mereka dijadwalkan berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tergabung dalam Embarkasi Bekasi dengan kode JKS.

“Pemberangkatan pertama akan dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, dari halaman Islamic Center dan akan dilepas langsung oleh Bupati Karawang,” katanya.

Adapun calon jemaah haji tertua tahun ini berusia 90 tahun, sedangkan yang termuda berusia 17 tahun.

Persiapan Kesehatan

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terus mematangkan kesiapan kesehatan calon jemaah haji tahun 2026 melalui pemeriksaan menyeluruh dan pemberian vaksinasi.

Ketua Tim Kerja Surveilans Imunisasi dan Kesehatan Haji Dinkes Cianjur, Faizal Ali Akbar, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi merupakan syarat wajib bagi seluruh calon jemaah.

“Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan sekaligus pemberian vaksinasi. Sebelum disuntik, jemaah wajib melalui tahap skrining ulang untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar layak,” ujar Faizal, Sabtu (11/4/2026).

Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 73 calon jemaah telah mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Menurutnya, terdapat empat jenis vaksin yang disiapkan, yakni vaksin meningitis yang berlaku selama tiga tahun, vaksin polio yang berlaku seumur hidup, vaksin influenza dengan masa berlaku satu tahun, serta vaksin Covid-19 bagi jemaah yang belum memiliki riwayat vaksinasi.

Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan khusus bagi wanita usia subur sebagai langkah deteksi dini, serta pemberian bimbingan manasik kesehatan guna memastikan kesiapan fisik jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.(red)