KARAWANG, 5 Juni 2026 – Abdul Khalik (53), warga Desa Wadas, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, tak kuasa menahan rasa syukur setelah kendaraan roda dua miliknya yang sempat hilang digondol maling akhirnya kembali ke pangkuan keluarganya. Motor matik jenis Hobda Beat Deluxe tahun 2024 itu diserahkan langsung oleh jajaran Kepolisian Resor Karawang dalam sebuah konferensi pers pengungkapan kasus curanmor.
![]() |
| Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah secara simbolis mengembalikan barang bukti sepeda motor kepada Abdul pemil motor |
Peristiwa penyerahan kendaraan tersebut berlangsung dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Polres Karawang, Jumat (5/6/2026). Dalam acara itu, Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah secara simbolis mengembalikan barang bukti sepeda motor kepada pemiliknya yang sah. Suasana haru tampak menyelimuti pertemuan tersebut.
Abdul mengaku sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah bekerja keras mengungkap jaringan pelaku curanmor di wilayah Karawang. Ia tidak menduga motornya yang dicuri beberapa waktu lalu dapat kembali dengan kondisi yang masih utuh.
"Saya tidak menyangka motor ini bisa kembali. Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh tim yang telah membantu, kedepannya saya akan berhati-hati" ujar Abdul dengan nada haru.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah menjelaskan bahwa pengembalian motor ini merupakan bagian dari komitmen Polres Karawang dalam menekan angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor. Pihaknya terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku yang masih dalam daftar pencarian orang.
"Kami akan terus berupaya maksimal memberikan rasa aman kepada masyarakat," tegasnya.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban yang melaporkan kehilangan motornya beberapa pekan lalu. Tim Reskrim Polres Karawang kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengamankan sejumlah tersangka dan barang bukti di lokasi berbeda. Dari tangan pelaku, polisi menyita tidak hanya satu, melainkan beberapa unit kendaraan hasil curian.
Dalam konferensi pers tersebut, AKBP Fiki juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam memarkirkan kendaraan. Ia menyarankan penggunaan kunci ganda serta sistem pengamanan tambahan seperti GPS tracker. Menurut data polisi, sebagian besar korban curanmor mengaku lengah dalam pengamanan kendaraan saat diparkir.
Abdul, yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas, mengaku motor Aerox tersebut merupakan satu-satunya alat transportasi yang ia miliki untuk menunjang pekerjaan. Selama motor itu hilang, ia terpaksa meminjam kendaraan tetangga atau berjalan kaki ke lokasi kerja. Kini, dengan telah dikembalikannya motor itu, aktivitas sehari-hari Abdul kembali normal.
Kasus curanmor di wilayah Karawang memang masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dalam sepekan terakhir, Polres Karawang mencatat setidaknya ada lima laporan kehilangan kendaraan bermotor. Namun, dengan pengungkapan kali ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menekan angka kejahatan serupa di masa mendatang.
AKBP Fiki menambahkan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan patroli malam serta sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya keamanan kendaraan.
"Keberhasilan ini berkat kerja sama antara polisi dan masyarakat. Kami harap warga Karawang terus aktif melapor jika melihat hal-hal mencurigakan," pungkasnya.
Abdul pun berharap kejadian serupa tidak menimpa warga lain dan ia mengapresiasi kinerja Polres Karawang yang dinilainya sigap dan responsif.
( Edward Jumantara)

