Tewas dengan Luka Tusuk, Keluarga Pejabat BKAD Purwakarta Tepis Isu Bunuh Diri dan Minta Usut Tuntas

Ilustrasi Korban

PURWAKARTA | MEDIAMANDALIKA.NET - Suasana duka menyelimuti keluarga Yogi Saleh, Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta yang ditemukan tewas dengan tiga luka tusuk di dalam kamarnya di Purwakarta, Jawa Barat. Keluarga hingga rekan kerja dari Pemkab Purwakarta memenuhi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
Eka Yusuf perwakilan keluarga mengatakan, pihaknya menemukan banyak luka pada tubuh korban yang sangat janggal, banyak luka tusuk di tubuh korban, pihak keluarga meminta polisi mengusut tuntas kejadian ini
Saya melihat ada kejanggalan. Banyak luka di tubuh kakak saya, di leher dan bagian lainnya. Kalau takdir saya terima, tapi kalau memang ada tindakan pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasus ini usut tuntas," ujar Eka saat ditemui di rumah duka Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Senin (15/6/2026) sore.

Menurutnya, hingga kini keluarga masih menunggu penjelasan resmi terkait hasil autopsi yang telah dilakukan terhadap jenazah korban. Namun pihaknya dipaksa harus menerima kejadian ini. "Kami belum menerima hasil resminya. Kalau memang ada luka-luka seperti yang disampaikan, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai ada yang ditutupi," katanya.

Eka mengatakan, kabar beredar jika korban tewas akibat bunuh diri, namun pihak keluarga mempercayai tidak benar karena korban dikenal baik dan religius. "Kalau ada yang mengatakan bunuh diri karena depresi, saya pribadi sulit percaya. Kakak (Yogi Saleh) saya orang yang religius, rajin beribadah," ucapnya.

Keluarga juga meminta dukungan pemerintah daerah agar kasus tersebut mendapat perhatian serius. Eka berharap aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian korban dan menemukan pihak yang bertanggung jawab apabila terbukti terjadi tindak pidana.

"Kami minta kasus ini diusut tuntas. Kalau memang ada pelaku, harus ditangkap. Jangan sampai kasus ini berhenti tanpa kejelasan," katanya.

Eka juga mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluhkan persoalan pekerjaan kepada istrinya, meski ia mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan yang dimaksud.

"Saya hanya mendengar dari keluarga, jika korban bercerita ke istrinya ada keluhan terkait pekerjaan. Detailnya saya tidak tahu, mungkin istrinya yang lebih mengetahui," ujarnya.
( Sumber detik)