![]() |
| ilustrasi TACB Karawang Tetap Lanjutkan Survei Dugaan Situs Bersejarah di Pulokelapa Meski Sempat Ditolak BPD |
KARAWANG|MEDIAMANDALIK.NET|
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas pelestarian sejarah dan budaya daerah, menyusul adanya temuan struktur bata yang diduga memiliki nilai historis di wilayah Dusun Krajan II, Desa Pulokelapa, Kabupaten Karawang.
Ketua TACB Kabupaten Karawang, Obar Subarja, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan situs bersejarah tersebut.
“Menindaklanjuti laporan lisan melalui telepon dari Saudara Entis Sutisna pada Kamis sore, 7 Mei 2026, terkait temuan struktur bata di lahan milik Awa bin Arian, Dusun Krajan II, Desa Pulokelapa, TACB Kabupaten Karawang segera bergerak melakukan survei pendahuluan pada Minggu siang, 10 Mei 2026,” ujar Obar Subarja dalam keterangannya.
Ia menerangkan, langkah awal yang dilakukan TACB yakni melakukan koordinasi dengan pemerintah desa serta sejumlah tokoh masyarakat setempat sebelum melakukan peninjauan langsung ke lokasi temuan.
Menurutnya, selain melakukan identifikasi awal terhadap susunan bata yang ditemukan warga, kedatangan TACB juga membawa agenda penting terkait upaya pelestarian kawasan bersejarah di Karawang.
“Langkah awal kami mulai dengan berkoordinasi bersama Kepala Desa serta tokoh masyarakat setempat. Selain meninjau temuan bata, kami juga membawa misi koordinasi terkait rencana rekomendasi penetapan Kawasan Makam Syekh Quro sebagai Cagar Budaya,” katanya.
Namun dalam proses diskusi di lapangan, TACB mengakui sempat terjadi dinamika dan penolakan dari pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjalankan tugas sesuai mandat yang diberikan.
“Kendati sempat terjadi dinamika akibat penolakan dari pihak BPD saat diskusi berlangsung, kami tetap berkomitmen menjalankan mandat organisasi untuk menyelesaikan survei fisik di lokasi tersebut,” tegasnya.
Obar menambahkan, survei pendahuluan tersebut merupakan bagian dari proses kajian akademis dan identifikasi awal sebelum nantinya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dugaan keberadaan situs bersejarah di kawasan tersebut.
Ia juga berharap seluruh pihak dapat mendukung upaya pelestarian sejarah dan budaya daerah secara objektif dan terbuka, mengingat potensi kawasan tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan sejarah penyebaran Islam serta jejak peradaban lama di Karawang, termasuk kawasan yang dikaitkan dengan Syekh Quro.

