Motif Pembunuhan Pelajar di Batujaya Terungkap, Polisi Pastikan Bukan Karena Rivalitas Suporter

 

KARAWANG | MEDIAMANDALIKA.NET – Polres Karawang akhirnya mengungkap motif di balik kasus pembunuhan seorang pelajar berinisial AR yang ditemukan tewas di wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga menghabisi nyawa korban demi menguasai sepeda motor miliknya.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Adriansyah, menegaskan bahwa kasus tersebut tidak berkaitan dengan bentrokan antar pendukung sepak bola sebagaimana isu yang sempat beredar di tengah masyarakat.

“Motif utama pelaku adalah ingin mengambil dan menguasai kendaraan bermotor milik korban. Masalah utang piutang hanya menjadi konteks tambahan, bukan penyebab utama tindak pidana ini,” ujar AKBP Fiki dalam keterangan pers, Kamis (14/5/2026).

Menurut Kapolres, korban dan pelaku diketahui saling mengenal karena berasal dari sekolah yang sama di wilayah Batujaya. Pelaku merupakan lulusan kelas 3 SMK, sedangkan korban masih duduk di bangku kelas 2.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan jasad korban di bantaran Sungai Citarum, Kecamatan Batujaya. Korban ditemukan dengan luka serius di bagian leher dan pelipis.

Kasus tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Salah satunya mengaitkan kematian korban dengan rivalitas suporter sepak bola, lantaran korban mengenakan jaket berwarna biru yang identik dengan Persib Bandung. Dugaan itu mencuat setelah laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta berlangsung.

Namun setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti, Satreskrim Polres Karawang memastikan bahwa kasus tersebut merupakan tindak pidana pembunuhan yang disertai perampasan kendaraan bermotor.
“Tidak ada kaitannya dengan konflik atau bentrokan antar pendukung tim sepak bola,” tegasnya.

Saat ini pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap kronologi lengkap kejadian serta mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Polres Karawang juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan kasus melalui keterangan resmi pihak kepolisian.
Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan tuntas serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.