Kirab Mahkota Binokasih Semarakkan Hari Tatar Sunda di Karawang

 


Ri Lukman Soemadisuria, Sri Radya keraton Sumedang Larang

KARAWANG - Perayaan Hari Tatar Sunda di Kabupaten Karawang tahun ini dipastikan berlangsung semarak dengan digelarnya kirab Mahkota Binokasih pada Sabtu, 9 Mei 2026. Agenda budaya yang sarat nilai historis ini akan menjadi magnet perhatian masyarakat, sekaligus momentum pelestarian tradisi Sunda serta adanya  hubungan historis yang erat antara Kerajaan Sumedang Larang dan pembentukan Kabupaten Karawang pada abad ke-17.




Berdasarkan informasi sejarah, Mahkota Binokasih (Makuta Binokasih Sanghyang Pake) dan Singaperbangsa (dan keturunannya) adalah elemen penting yang berkaitan dengan keberlanjutan kekuasaan dan identitas Sunda dari era Pajajaran ke Sumedang Larang.




Menurut sejarah, Raden Adipati Singaperbangsa adalah putra dari Wiraperbangsa yang berasal dari Galuh. Garis Keturunan Sumedang Singaperbangsa memiliki garis keturunan dari Prabu Geusan Ulun, penguasa Kerajaan Sumedang Larang. Ia merupakan cucu dari Pangeran Suryadiningrat yang berada dalam lingkup kekuasaan Sumedang Larang. Nama Asli Raden Adipati Singaperbangsa sering disebut sebagai Raden Adipati Kertabumi IV.

Hubungan dengan Singaperbangsa Singaperbangsa adalah tokoh sejarah yang kemudian menjadi Bupati Karawang pertama, yang memiliki keterkaitan erat dengan keluarga kerajaan Sumedang Larang (keturunan dari penguasa yang menerima mahkota tersebut).

Mahkota ini sering dikirabkan (diarak) dan pernah di di wilayah-wilayah yang dahulunya bagian dari wilayah Pajajaran, termasuk Karawang (wilayah Galuh) untuk melambangkan keagungan budaya Sunda. 

Berdasarkan pembaruan jadwal, titik awal kirab yang sebelumnya direncanakan dari wilayah Pulo Kalapa mengalami perubahan. Rangkaian kirab kini dipastikan dimulai dari Horizon University Indonesia dan berakhir di Kantor Bupati Karawang.

Kirab dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 21.00 WIB. Kegiatan diawali dengan penampilan sajak dari budayawan Sunda, yakni Kang Ayi Kurnia dan Kang Godi Suwarna, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jawa Barat sebelum rombongan kirab resmi diberangkatkan.

Dalam arak-arakan tersebut, Mahkota Binokasih akan dibawa menggunakan kereta kencana, diiringi oleh kuda yang ditunggangi Gubernur serta rencana keikutsertaan Bupati Karawang. Selain itu, kemeriahan kirab juga akan diwarnai oleh penampilan tim kesenian khas Karawang seperti Jajangkungan, serta partisipasi tim kesenian dari 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Sepanjang rute, rombongan akan bergerak dari Horizon University Indonesia menuju Kantor Bupati Karawang sebagai titik akhir. Setibanya di lokasi finish, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan penampilan Emka 9. Gubernur dan Bupati dijadwalkan turun dari kuda untuk menyaksikan parade kirab dari masing-masing daerah.

Kirab Mahkota Binokasih ini menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Tatar Sunda, yang menandai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah Sunda di tengah masyarakat modern.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk turut menyaksikan dengan tetap menjaga ketertiban serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Panitia menyatakan bahwa informasi yang disampaikan bersifat dinamis dan akan terus diperbarui apabila terdapat perubahan teknis di lapangan.