Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyebut kehadiran pusaka peninggalan Kerajaan Sunda itu sebagai simbol kuat hubungan emosional antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah, sekaligus wujud kasih sayang pemimpin kepada masyarakat.
Menurutnya, makna filosofis dari nama “Binokasih” sangat identik dengan nilai kasih sayang yang harus diwujudkan para pemimpin dalam setiap pelayanan dan kebijakan untuk masyarakat.
“Mahkota Binokasih ini pada hakikatnya adalah simbol kasih sayang. Seluruh kasih sayang itu harus senantiasa kita berikan, tumpahkan, dan diwujudkan dalam setiap langkah pelayanan serta kebijakan yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Endang Sodikin di lokasi acara.
Ia menambahkan, kegiatan besar tersebut merupakan gagasan dan inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang bertujuan membangun kedekatan batin serta memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, kirab budaya ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, kerja sama, dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Tatar Sunda.
Dalam perjalanan kirab lintas daerah, Kabupaten Karawang menjadi daerah ketujuh yang disinggahi Mahkota Binokasih sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah lainnya di Jawa Barat.
Endang Sodikin turut mengapresiasi antusiasme masyarakat Karawang yang memadati kawasan Alun-Alun sejak sore hingga larut malam untuk menyambut kedatangan pusaka warisan leluhur tersebut.
Menurutnya, rangkaian kegiatan ini bukan sekadar agenda pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi ajang memperlihatkan kekayaan seni budaya Jawa Barat melalui penampilan perwakilan dari 27 kabupaten dan kota.
“Kehadiran seni dan budaya dari berbagai daerah ini menegaskan betapa kayanya warisan leluhur yang kita miliki. Keberagaman seni dan budaya tersebut justru menjadi perekat dan bukti kuat kebersamaan masyarakat Tatar Sunda,” ungkapnya.
Ia berharap semangat persatuan, kebersamaan, serta nilai luhur kasih sayang yang terkandung dalam Mahkota Binokasih dapat terus dijaga dan dijadikan pondasi dalam membangun Kabupaten Karawang yang maju, berbudaya, sejahtera, dan bermartabat.
(Edward Jumantara)

