Wabup Maslani Kick Off PMT di Karawang, Target Stunting Turun Jadi 14,08 Persen

 

Karawang - Wakil Bupati Karawang H. Maslani resmi membuka kegiatan Kick Off Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi, yang dipadukan dengan Gebyar Pekan Imunisasi Dunia (PID) Kabupaten Karawang 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kamis (9/4/2026), sebagai bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menekan angka stunting dan mewujudkan generasi sehat sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan penurunan angka stunting sebesar 5 persen pada tahun 2026. Saat ini, prevalensi stunting di Karawang tercatat sebesar 17,6 persen dan ditargetkan turun menjadi 14,08 persen pada tahun ini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Maslani menegaskan keberhasilan program penanganan gizi sangat bergantung pada ketepatan sasaran intervensi. Ia meminta seluruh jajaran tidak hanya menjalankan program secara administratif, tetapi memastikan hasil yang berkelanjutan.

“Kita harus serius menangani gizi balita. Saat ini angka stunting kita 17,6 persen, dan target kita harus turun jadi 14,08 persen di tahun ini. Tujuannya bukan cuma naik berat badan, tapi status gizinya benar-benar membaik secara permanen,” ujar Maslani.

Ia menambahkan, intervensi gizi melalui PMT dan penguatan imunisasi merupakan bagian penting dalam upaya percepatan penurunan stunting, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil KEK dan balita bermasalah gizi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Ns. Kurniasih, menyampaikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita secara menyeluruh.

Menurutnya, PMT tidak sekadar bentuk bantuan pangan, tetapi merupakan bagian dari intervensi kesehatan untuk memperbaiki status gizi anak secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Karawang berharap sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting semakin diperkuat demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting.(*)