RS Bayukarta Dilaporkan ke LBH Arya Mandalika, Dugaan Kelalaian Medis Jadi Sorotan

 

Karawang - Dugaan pelanggaran dan pembiaran dalam penanganan pasien kembali mencuat. Kali ini, Rumah Sakit Bayukarta Karawang diadukan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika oleh keluarga almarhumah Ihat Solihat, pasien perempuan dengan diagnosa gangguan ginjal.

Pengaduan tersebut disampaikan bersama Dr. Abdul Salam Hidayat, M.Pd dan Warsito, yang menduga terdapat kejanggalan dalam prosedur penanganan medis terhadap korban hingga berujung meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan keluarga, Ihat Solihat pertama kali masuk RS Bayukarta pada 5 April 2026 dan menjalani perawatan hingga ditempatkan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Namun, pada Minggu, 12 April 2026, korban justru dipulangkan meski disebut masih dalam kondisi yang belum stabil.

Pihak keluarga mempertanyakan keputusan tersebut, terlebih korban disebut diarahkan untuk menjalani cuci darah di fasilitas kesehatan lain.

“Korban saat itu masih dirawat di ICU, tetapi malah dipulangkan dan disarankan cuci darah ke tempat lain,” ungkap pihak keluarga, Selasa (15/4/2026).

Setelah dipulangkan, kondisi korban dilaporkan terus memburuk. Pada 14 April 2026, korban kembali dilarikan ke RS Bayukarta untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Namun nahas, pada 15 April 2026 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Ihat Solihat dinyatakan meninggal dunia.

Atas peristiwa tersebut, keluarga korban melalui LBH Arya Mandalika meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang segera memanggil manajemen RS Bayukarta guna melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kelalaian dalam penanganan pasien.

Selain itu, keluarga juga mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri dugaan pelanggaran etik maupun prosedur medis dalam kasus tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan, mengingat korban diketahui merupakan warga Anjun, belakang RS Bayukarta, yang justru kehilangan nyawa setelah sempat dipulangkan dari ruang ICU sebelum akhirnya kembali dirawat dan meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Bayukarta belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan keluarga korban.(*)